JAKARTA - Kaspersky mengungkapkan, sebanyak 31,3 persen program-program jahat komputer via internet berasal dari China. Untuk urutan kedua diduduki oleh negara Amerika Serikat yang berkontribusi sekira 12,8 persen.
Sedangkan negara-negara lain sumber program jahat berasal dari India, Italia dan Jerman. Hal itu didasarkan pada data yang dikeluarkan Kaspersky sepanjang Oktober 2009, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/11/2009).